6 Langkah Untuk Membangun Mental Pebisnis Yang Kuat

Umpan balik, saran dan kritik sangat penting dalam mengembangkan bisnis. Oleh karenanya siapkan telinga dan hati kamu dalam menerima masukan, baik itu dari tim kerja maupun dari pelanggan. Bukan tidak mungkin masukan baru menjadi solusi dari kendala yang kamu hadapi. Perasaan atau biasa disebut dengan emosi merupakan hal paling mendasar yang harus bisa ditaklukkan terlebih dahulu, apabila ingin memulai sebuah bisnis. Anda harus dapat menghilangkan berbagai perasaan bersifat negatif yang bisa mempengaruhi dan menghalangi dalam membangun sebuah bisnis yang diinginkan. Banyak perusahaan – perusahaan besar berkembang dari bisnis kecil.

Sejak mengembangkan usaha pelayaran untuk angkutan barang itu, Hengky yang merupakan putra ketujuh dari 14 bersaudara tersebut merasa memperoleh banyak pengalaman dan rekan bisnis. Meski tidak selalu berjalan mulus, Hengky tetap optimistis usaha yang ditekuninya itu akan berkembang pesat. Ia pernah membangun usaha bekerja sama dengan pengusaha asing, termasuk yang berasal dari Singapura.

mentalitas yang bisa di buat untuk usaha bisnis yang sukses

Selain itu, Anda juga bisa memberikan ekstra diskon khusus konsumen. Ikut bergabung dalam jaringan usaha waralaba tentu akan membuat Anda memiliki banyak kenalan maupun juga koneksi. Baik itu dengan pemilik utama waralaba tersebut maupun juga dengan komunitas distributor waralaba yang jumlahnya juga tak sedikit. Sementara itu, narasumber dari Dosen Universitas Diponegoro Semarang, Farida Indriani mengatakan, hampir 50 persen, mahasiswa sekarang mulai aktif membuat usaha sendiri.

Namun, mindset entrepreneur sejati perlu mendekati ketidaknyamanan itu, dan berusaha untuk bisa settle dan berkembang dalam kapasitas lebih besar yang telah kamu ciptakan sendiri. Contoh simpelnya adalah menyingkirkan pola pikir dari pekerja yang mendapatkan fastened revenue menjadi mencari pendapatan usaha tiap bulan sesuai dengan target bisnismu. Pasti Kawan PRIMA sudah sering dengar istilah mindset entrepreneur kan? Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara menjalankan usaha dan kehidupan. Dengan begitu, Anda dapat meminimalisasi risiko yang tidak diinginkan.

Mereka akan berhenti belajar dan justru melakukan keputusan-keputusan bisnis yang sebenarnya diluar kemampuanya. Perlu adanya kerjasama atau koordinasi yang serasi antara pemerintah dengan dunia usaha untuk menginventarisir berbagai isu-isu mutakhir yang terkait dengan perkembangan usaha. Pemerintah perlu meningkatkan pelatihan bagi UKM baik dalam aspek kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilannya dalam pengembangan usahanya. Selain itu, juga perlu diberi kesempatan untuk menerapkan hasil pelatihan di lapangan untuk mempraktekkan teori melalui pengembangan kemitraan rintisan.

Bahkan, saat ini bengkelnya beromzet Rp30 juta dengan aset senilai Rp150 juta. “Kita harus siap dengan konsep bisnis trendy dan sistem digital. Mindset ini yang harus diubah,” jelas Teten. Selain itu, lanjut Teten, pelaku UMKM harus sudah memiliki standar usaha, produk, hingga layanan konsumen. “Saya mengapresiasi langkah YDBA dalam melakukan pendampingan, pelatihan, hingga pengembangan usaha bengkel-bengkel kendaraan roda empat di Banyumas,” kata Teten, saat meninjau Bengkel Toseng binaan YDBA milik Sutanto. Mampu mengendalikan emosi di sini bukan berarti Anda harus menjadi makhluk yang tidak berperasaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *